Meniti jalan Rukun Pamungkas nan Istimewa

Agama adalah “ruh” manusia. Yang membuat tiap langkah menjadi terarah. Selalu ada harap agar semua yang dilakukan tidak sia-sia, melainkan bernilai ibadah.

Berbicara tentang ibadah dalam agama Islam, tentu saja tidak lepas dari rukun Islam. Dan dari sekian rukun itu, ada satu yang cukup istimewa. Rukun yang hanya diwajibkan bagi yang memiliki “kemampuan”. Ia adalah rukun ke-lima, menjalankan ibadah haji.

Rukun Islam selain haji adalah rukun yang tanpa tedeng aling-aling. Diwajibkan tanpa ada pengecualian. Kalaupun tidak dapat melakukan karena ada uzur semisal sakit (untuk rukun puasa), maka tetap ada “penggantinya”.

Tidak demikian dengan ibadah haji. Jika memang kita tidak mampu, ya tidak apa. Kewajiban tersebut gugur dengan sendirinya, tanpa perlu diganti dengan amalan lain atau digantikan di kesempatan yang lain.

Yang patut dicermati adalah syarat mampu dalam ibadah haji tersebut. Kebanyakan dari kita sepakat bahwa syarat tersebut berujung pada dua hal. Yaitu mampu secara fisik dan mampu secara finansial.

Di sini saya agak berbeda pendapat. Menurut saya, ada satu hal yang lebih utama dari kemampuan fisik dan finansial, ialah niat. Dengan adanya niat ini, seseorang yang mungkin memiliki kekurangan di sisi fisik atau finansial, akan tetap berusaha menggapai ridho Allah dengan berhaji.

Kenapa bisa demikian? Karena pada kenyataannya saya banyak menemukan saudara seiman yang dikaruniai kemampuan fisik dan finansial, namun belum terbersit keinginan untuk berhaji. Di pihak yang lain, ada saudara seiman yang kurang secara finansial, tapi berkeinginan kuat untuk berhaji. Mereka dengan segenap kekuatan tetap berusaha. Dengan menabung misalnya. Meski entah hingga sampai berapa puluh tahun kedepan tabungan tersebut baru terkumpul untuk biaya haji secara utuh.

InsyaAllah, tahun ini saya akan membuka tabungan haji bersama istri. Meski belum pasti berangkat, meski belum mendapatkan porsi, setidaknya saya sudah berniat dan membuka pintu ke arah sana. Semoga Allah berkenan mempermudah, aamiin..

Lanjut berbicara tentang tabungan haji, saat ini hampir semua bank syariah mempunyai produk ini. Alhamdulillah saya sudah menentukan pilihan. InsyaAllah tabungan haji dari BRI Syariah akan saya pilih sebagai jalan menuju ke tanah Nabi.

Berikut saya rangkum beberapa kelebihan tabungan haji BRISyariah dibanding kompetitor yang lain.

Pertama, setoran awalnya sangat murah. Hanya sebesar lima puluh ribu rupiah! Setoran berikutnya pun tidak ribet dan mahal. Minimal hanya sepuluh ribu rupiah. Dengan nominal setoran murah seperti ini, insyaAllah tidak akan mengganggu perekonomian keluarga yang selama ini berjalan.

Kelebihan berikutnya adalah bebas biaya administrasi bulanan. Tabungan kita tidak akan digerogoti oleh biaya administrasi bulanan yang dalam jangka panjang akan cukup besar nilai totalnya. Berikutnya, kita akan diikutkan program asuransi jiwa dan kecelakaan secara gratis! Manfaat yang satu ini akan makin membuat kita makin tenang dalam beraktivitas dan bekerja sehari-hari.

Ahh..masih banyak kelebihan yang dimiliki oleh tabungan haji BRISyariah. Untuk lebih lengkapnya, silakan mengunjungi link berikut: http://www.brisyariah.co.id/?q=tabungan-haji-brisyariah-ib

Akhir kata, yang kelak membuat saya dan istri mampu berangkat haji hanyalah Allah semata. Tabungan haji BRISyariah ini adalah wujud niat dan usaha nyata saja. Semoga Allah meridhoi. Semoga Allah berkenan menyampaikan usia. Semoga Allah mengabulkan hajat menunaikan rukun pamungkas nan istimewa ini. Aamiin..