Bijaksana menilai ucapan

Posted: February 17, 2013 in Hadist, Islam
Tags: , , ,

Mu’adz bin Jabal pernah mengatakan, “Terimalah kebenaran dari setiap orang yang membawanya, meskipun orang tersebut kafir atau pendosa. Dan berhati-hatilah terhadap penyimpangan orang yang berilmu.” (HR. Abu Dawud [4/201 dan 4611], al Albani mensyahihkannya dalam Shahih Sunan Abu Dawud [3855])

Sesuai pula dengan makna hadist sahih dari Abu Hurairah r.a. yang mengisahkan pertemuannya dengan syaitan dan wasiat syaitan kepadanya untuk membaca ayat Kursi. Rasulullah bersabda dalam mengomentari wasiat syaitan itu, “Dia berkata benar kepadamu, meskipun dia adalah seorang pendusta.” (HR. Bukhari, Muslim, Ahmad, dll).

Maka benarlah, bahwa kita harus menilai ucapan bukan dari siapa yang berucap, melainkan dari kebenaran ucapan tersebut.

Referensi: buku Bahagianya Merayakan Cinta @salimafillah, hal 16-17

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s