Welcome!

Posted: October 6, 2011 in Uncategorized

Menulislah meski terasa berat. Menulislah hingga terasa ringan. Menulislah dengan senang. Menulislah sampai menjadi kebutuhan..

Advertisements

Antri

Posted: October 8, 2017 in Uncategorized

Antri itu tentang berusaha, sekaligus pasrah. Tentang kepatuhan dan kesabaran.

Ngomongin antri di negeri tercinta Indonesia ini tidak akan pernah ada habisnya. Selalu saja ada cerita yang (harus diakui) kurang mengenakkan. Di minimarket, di depan konter check-in bandara, di warung nasi goreng, di mana-mana semua ada di sini.

Berapa hari yang lalu saya mengalami lagi entah untuk yang ke berapa kalinya. Tapi yang ini agak beda, ada lucunya. 

Ada satu ibu paruh baya yang menyerobot antrian saat di depan meja kasir minimarket. Seperti biasa, dia (pura-pura) tidak tau kalau saya sudah antri sebelum dia. Langsung aja badannya dipepetin ke meja kasir. Dengan memasang muka polos tanpa merasa bersalah sedikitpun. 

Kebetulan saat itu saya sedang berbaik hati, tidak ingin membuat gaduh. Kadang saya menegur langsung orang yang menyerobot antrian, tapi lebih sering saya senyumin aja. 

Nah, si ibu itu (kita sebut ibu1) sempet meleng (beralih pandangan) ke arah lain selama beberapa detik. Entah apa yang menarik perhatiannya. Di saat itulah, ada ibu paruh baya kedua (ibu2) yang menyerobot antrian beliau. Ya, kalau kita urut, sekarang antriannya menjadu ibu2, ibu1, dan saya di urutan terakhir.

Si ibu1 rupanya tidak terima antriannya diserobot, saya sempat mendengar beliau bergumam, “Yah, diserobot.”

Saat itulah saya lontarkan senyuman terbaik ke ibu2. Dalam hati saya berkata, “Sakit ya bu, rasanya diserobot.” Hehe..

Ya begitulah. Semua orang ingin cepat selesai dengan semua urusannya. Apalagi yang berkaitan dengan antrian. Tapi tolong, hargai orang lain yang sudah mengantri duluan. Orang-orang tersebut juga sibuk dengan urusan lain. Ingin segera selesai dan keluar dari antrian. Kalau memang anda benar-benar terdesak karena alasan yang super duper genting, misal karena ada saudara yang kritis di Rumah Sakit, ya sampaikanlah baik-baik ke orang-orang yang akan anda lewati antriannya. Harus berani menyampaikan. Jangan asal nyerobot.

Urusan nyerobot antrian ini sudah cukup akut di Indonesia. Salah satu solusinya: memasukkan pelajaran mengantri di kurikulum taman kanak-kanak, sekolah dasar, kalau perlu sampai perkuliahan. Supaya mendarah daging. Sehingga akan hadir generasi baru yang merasa malu menyerobot antrian. Generasi baru yang menghargai proses. Aamiin..

Kecewa

Posted: October 7, 2017 in Uncategorized

Saya ingin menulis tentang perasaan kecewa dan marah. Kecewa karena ada hal-hal atau orang-orang yang bertindak tidak semestinya menurut pemikiran dan prinsip yang kita pegang.

Misal, dari kecil kita diajarkan oleh orang tua dan lingkungan sekitar bahwa sisa makanan atau bungkusnya (sampah) sepatutnya dibuang di tempat sampah.

Tapi silakan lihat di sekeliling anda sekarang. Kalau saya, akan demikian mudah menemukan orang-orang yang dengan tanpa rasa bersalah membuang sampah di jalan, parit, sungai, dan tempat-tempat tak layak lainnya.

Saat melihat orang yang seperti itu, saya kadang kecewa dan marah. Kok bisa-bisanya beliau bertindak seperti itu. Padahal tempat sampah sangat mudah ditemukan. Giliran hujan, mampet, banjir, langsung mengeluh tiada habis. Berkoar-koar bahwa Pemerintah tidak melaksanakan tugasnya dengan baik. Bahwa dinas terkait nggak ada kerjanya. Sampai-sampai banjir masih terjadi.

Saya kadang sudah hampir menyerah dengan orang tipe seperti ini. Saya kadang sudah bergumam sendiri, “Terserah, sakkarepmu!”

Tapi tidak, saya tidak akan menyerah. Minimal saya tidak bertindak seperti beliau. Saya mampu melakukan yang seharusnya dilakukan. Dan saya siap menjadi contoh. 

Jika saya makan pentol yang ada plastik pembungkusnya sambil jalan-jalan. Setelah habis dan misal tidak menemukan tempat sampah di sekitar situ, plastik itu akan saya kantongi. Hingga akhirnya menemukan tempat sampah berikutnya. Atau kemungkinan terburuk, plastik itu akan saya bawa sampai rumah. 

Maaf, tulisan di atas sudah sudah ngelantur. Kalau membahas tentang sampah, jadinya agak menggebu-gebu, hehe.. 

Poin yang akan saya cermati bukan tentang sampah, tapi tentang episode kecewa. Episode saat ada hal yang tidak sesuai dengan apa yang kita rencanakan/impikan. Atau ada seseorang yang tindakan/ucapan nya melampaui batas wajar yang kita miliki. Seakan-akan kita hendak menghardik, “Ni orang sekolah gak sih? Gak diajarin tata krama sama keluarganya?” Yah, hal-hal sejenis itu, yang pada akhirnya membuat kita kecewa.

Kabar buruknya, hal itu akan terjadi sepanjang hidup kita. Ya, dengan sedih hati saya akan berkata jujur. Saya ulangi. Sepanjang hidup, kita akan senantiasa berpapasan dan beririsan dengan perasaan kecewa.

Lantas, apa yang harus kita lakukan? Jawabannya sederhana diucapkan, tidak untuk dilakukan. Sabar..

“Yaelah bro, kalau itu sih, nenek saya juga tau!!”

Iya bro, memang itu kunci satu-satunya. Saya pun sedang dan akan terus berusaha menerapkannya sepanjang hidup. Yang mau saya bagi di sini adalah, ada beberapa cara untuk melatih sifat sabar tersebut.

Salah satu caranya, berempati. Lihat dan rasakan dari sudut pandang orang yang membuat kita kecewa. Mungkin orang yang membuang sampah sembarangan itu memang dididik demikian sedari kecil. Dan tidak pernah ada yang menegur. Maka sebenarnya, orang tersebut layak kita kasihani. Dia tidak sadar telah berbuat sesuatu yang kurang baik. 

Atau mungkin juga, kala itu dia sedang depresi berat. Sehingga tidak sadar membuang sampah sembarangan. Pikirannya kalut karena baru saja dipecat oleh bos. Maka apalagi yang bisa kita harapkan? Masih syukur dia gak bunuh diri/membunuh orang lain di depan kita, hehe..

“Ahh..ini klise bos!”

Iya bos, ini memang klise, sekaligus nyata. Saya pun masih mempraktekkannya hingga kini. Dan tidak mungkin sepenuhnya sempurna. Setidaknya, rasa kecewa dan jengkel itu jadi berkurang. Saya lebih fokus pada tindakan positif yang bisa saya lakukan. Ketimbang malah memberikan efek domino negatif pada orang lain yang sebenarnya sama sekali tidak tersangkut dengan masalah tadi. Misal ke istri atau keluarga di rumah. 

Orang lain tidak pernah berbuat buruk. Perbuatan buruk adalah hasil dari reaksi kita sendiri, atas aksi orang lain. Yang sebenarnya bisa kita netralkan. Perbanyak sabar, perbanyak empati. Jangan lupa beri jeda waktu, saat kita ingin melampiaskan dan meledakkan sesuatu. Yang mungkin akan kita sesali di kemudian hari.

Itu yang saya lakukan ketika ada faktor eksternal yang membuat kecewa. Bagaimana jika kekecewaan itu timbul karena tindakan kita sendiri? InsyaAllah akan kita bahas pada tulisan yang berbeda.

Hari ini saya memutuskan berhenti menggunakan media sosial; facebook, instagram, twitter. Semuanya (untuk sementara) tidak saya hapus, hanya saya logout dan uninstall. Yang tersisa hanya sederet aplikasi chat.

Kenapa sih harus asosial seperti itu? Entah. Saya hanya ingin lebih fokus pada situasi dan lingkungan sekitar. Saya tidak ingin menjadikan hp, terutama media sosial sebagai pusat kehidupan.

Ahh terlalu lebay! Silakan jika anda berpandangan seperti itu. Ini hanya sesuatu yang saya rasakan sendiri. Mungkin berbeda dengan yang anda alami.

Tiap ada waktu luang, tangan dan mata ini secara otomatis langsung mencari hp. Kalau anda beda, anda layak dapat bintang, hehe..

Lantas, apa yang akan kamu lakukan sekarang di waktu senggangmu? Saya akan perbanyak menulis, tentang apapun. Jika sedang tidak ada ide, saya akan melakukan aktivitas lain. Pada intinya, saya tidak ingin menjadikan dunia maya sebagai pusat kehidupan. Saya tidak ingin terlalu terdistraksi oleh etalase kehidupan orang lain.

Mohon doanya semoga saya berhasil. 

Library versi terbaru di maven repo masih ada bug. Sebaiknya ambil dari versi sebelumnya langsung dari instalasi PDI. Saya sudah coba pakai versi 5.0.1

Library yang dibutuhkan:
kettle5-log4j-plugin-5.0.1-stable.jar
kettle-core-5.0.1-stable.jar
kettle-dbdialog-5.0.1-stable.jar
kettle-engine-5.0.1-stable.jar
kettle-jdbc-5.0.1-stable.jar
kettle-ui-swt-5.0.1-stable.jar

================================================
private void executeTransformation() throws KettleException{
/**
* Initialize the Kettle Enviornment
*/
KettleEnvironment.init();

/**
* Create a trans object to properly assign the ktr metadata.
*
* @filedb: The ktr file path to be executed.
*
*/
String file = “resources/fee.ktr”;
TransMeta metadata = new TransMeta(file);
Trans trans = new Trans(metadata);

// Execute the transformation
trans.execute(null);
trans.waitUntilFinished();

// checking for errors
if (trans.getErrors() > 0) {
System.out.println(“Error Executing Transformation”);
}
}

private void executeJob(){
String file=”resources/backup-excel.kjb”; //Job file path that needs to be executed
Repository repository=null; //Checking for repository

try {
KettleEnvironment.init();

JobMeta jobmeta=new JobMeta(file,repository);
Job job=new Job(repository, jobmeta);

job.start();
job.waitUntilFinished();

if(job.getErrors()>0){
System.out.println(“Error Executing Job”);
}

} catch (KettleException e) {
// TODO Auto-generated catch block
e.printStackTrace();
}
}

Fokus pada “menu” hari ini

Posted: December 10, 2014 in Suka-suka

Seringkali (terutama di awal hari atau minggu) saya merasa banyak hal yang harus dikerjakan untuk hari ini, besok, lusa, sepanjang minggu ini, dan seterusnya. Seakan tidak ada ruang untuk bernafas, melakukan aktivitas lain (terutama hobi). Perasaan ini akan menghantui sepanjang hari sehingga alih-alih mengerjakan pekerjaan hari ini dengan benar dan cepat, saya justru sering hanya termenung atau menjelajah internet dengan tanpa tujuan. Dan hasilnya bisa ditebak, di akhir hari tidak ada (atau sedikit) pekerjaan yang saya selesaikan.

Apa yang harus saya lakukan??

Ternyata mudah, salah satu tips untuk mengatasi hal ini adalah dengan fokus pada “menu” hari ini saja. Jangan hiraukan pekerjaan di keesokan hari. Esok hari akan datang dengan sendirinya. Dan insyaAllah kita akan dapat melaluinya, sebagaimana hari-hari sebelumnya. Perasaan ini dapat membuat hari kita menjadi lebih menyenangkan. Dapat membuat kita lebih menikmati pekerjaan hari ini. Dan biasanya berujung dengan hasil kerja yang lebih memuaskan di akhir hari.

Tapi bukankah kita harus merencanakan pekerjaan kita ke depan? Benar, tetap lakukan hal tersebut. Rencanakan pekerjaan anda sebagaimana apa yang sering anda lakukan. Tapi ketika daftar pekerjaan itu sudah ada, tariklah nafas sejenak dan lupakan pekerjaan anda untuk esok dan seterusnya. Fokus saja dengan apa yang sudah anda rencanakan untuk hari ini.

Demikian, sedikit catatan dari saya yang masih belajar menjalani hidup. Semoga hari ini menyenangkan dan penuh berkah untuk kita semua, aamiin.

http://forums.linuxmint.com/viewtopic.php?f=49&t=156620

Setelah membaca forum di atas, device android saya bisa langsung terdeteksi setelah melakukan langkah berikut ini:

  1. Install packages libmtp-runtime libmtp-common mtpfs
    sudo apt-get install libmtp-runtime libmtp-common mtpfs
  2. Plug Android via USB-cable to the computer

Environment:

  1. OS notebook Linux Mint 17 Cinnamon 64-bit
  2. OS ponsel Android 4.1.2
  3. Tipe ponsel Andromax U

Resensi Novel Rindu – Tere Liye

Hal pertama yang ingin saya sampaikan tentang novel ini adalah, saya terkecoh! Meski sejak awal tahu bahwa karya Tere Liye yang diterbitkan oleh Republika di bulan Oktober 2014 adalah novel dengan genre religi, saya tetap tidak menyangka bahwa kata “Rindu” yang menjadi judul kali ini adalah Rindu yang satu itu.

Seperti novel-novel sebelumnya, Tere Liye mampu menyajikan cerita secara gamblang dan detil. Dengan sudut pandang dan pemilihan kalimat yang unik, yang jarang ter-ekspose dan terpikirkan oleh kebanyakan orang (termasuk saya pastinya).

Novel dengan tebal 544 halaman ini mengambil setting jaman penjajahan Belanda, tepatnya pada tahun 1938. Cerita bermula dari pelabuhan di kota Makassar, dimana akhirnya sebuah kapal uap besar yang sudah ditunggu bertahun-tahun akhirnya merapat disana. Kapal inilah yang akan menjadi saksi bisu semua perjalanan dan perjuangan penumpangnya selama 9 bulan ke depan, menuju tempat yang di-Rindu kan. Jika saat ini pesawat udara menjadi pilihan transportasi utama untuk perjalanan lintas pulau dan negara, maka kapal (uap) adalah satu-satunya pilihan realistis di jaman itu. Tentu dengan waktu tempuh yang berselisih cukup jauh.

Gurutta, Keluarga Daeng Andipati, dan Ambo Uleng adalah beberapa tokoh yang dominan diceritakan. Hampir serupa dengan tokoh Pak Tua di novel “Aku, Kau, dan Sepucuk Angpau Merah”, Gurutta dicirikan sebagai seorang yang sangat bijaksana. Tiap tutur katanya penuh nilai dan guna, bukan perkataan yang sia-sia. Daeng Andipati adalah seorang saudagar, yang membawa seluruh keluarga (istri dan dua anak perempuan) serta pembantunya dalam perjalanan ini. Anna dan Elsa, nama kedua anak perempuan tersebut. Sedang Ambo Uleng tokoh sentral terakhir, adalah seorang kelasi berdarah Bugis.

Ketika Anna mengalami kejadian yang mengerikan di Pasar Turi Surabaya, (sayangnya) saya dapat menebak alur cerita selanjutnya tentang keterlibatan Ambo Uleng. Entah karena saya mulai mengenal alur tulisan dari Tere Liye atau karena penulis sengaja memberi bocoran.

Karena latar cerita kebanyakan di kapal, ada beberapa kalimat yang agak membosankan karena diulang berkali-kali. Seperti tentang Kapten kapal yang selalu gagah di samping kemudi saat akan memulai perjalanan dari suatu kota. Kondisi kantin, masjid, lorong, dan bagian kapal lain yang tentu saja tidak mengalami perubahan sepanjang perjalanan.

Novel ini dibagi ke dalam lima puluh satu bagian. Saya pastikan, akan selalu ada pengetahuan baru yang dapat kita petik dari tiap bab yang sudah terbaca. Ketika kapal uap singgah di beberapa kota dalam perjalanan menuju tempat yang di-Rindu kan, penulis piawai menyelipkan pengetahuan sejarah kota tersebut. Tentang makanan, kejadian dan tempat unik disana.

Secara keseluruhan, novel ini sangat layak untuk dibaca. Cerita roman percintaan, perjuangan, keluarga, dan religi. Semua tercampur tapi tidak saling mengacaukan satu sama lain. Melainkan jadi satu kesatuan yang membuat buku ini semakin kaya rasa. Tiap tokoh mempunyai keunikan dan misteri terpendam. Yang pada akhirnya terurai dengan sendirinya, seiring dengan perjalanan kapal. Akhir kata, selamat berburu Rindu di toko-toko buku terdekat 😉

1. Berkomitmen sepenuhnya
Tidak ada keberhasilan tanpa komitmen, dan berhenti merokok adalah salah satu hal yang harus dilakukan dengan komitmen penuh, tidak dengan setengah hati. Untuk menjadi seorang ex-smoker, saya sudah melalui beberapa fase kegagalan, dan salah satu penyebabnya adalah kurangnya komitmen untuk berhenti. Tunjukkanlah komitmen anda untuk berhenti merokok dengan memposting di sosial media, memberitahukan teman-teman dan keluarga terdekat. Bahkan jangan segan memberitahukan hal tersebut kepada rekan se-perokok-an anda 😀

Jadikan hal-hal tersebut agar semangat dan komitmen anda menjadi 1000%. Tidak ada jalan untuk kembali menjadi perokok. Saatnya berjuang untuk kesehatan diri yang lebih baik.

2. Buatlah rencana
Berhenti merokok tidak dapat dilakukan secara instan, dengan tanpa persiapan. Setidaknya, hindari pertemuan kelompok teman sesama perokok selama anda dalam tahap ini, belilah cemilan pengganti, seringlah berkomunikasi dengan teman yang sudah berhasil menjadi mantan perokok, pasang dan cetaklah kalimat motivasi berhenti merokok di setiap tempat (wallpaper hp, laptop, kamar, kamar mandi, dll). Sediakan cukup “peralatan dan strategi perang”, karena memang hal ini tidak mudah, tapi bukan mustahil.

3. Ketahui motivasi anda
Ketahui motivasi-motivasi terbesar anda untuk berhenti merokok. Untuk kesehatan? Untuk menjadi seorang kepala keluarga yang lebih sehat dari sebelumnya? Menjadi hadiah ultah untuk istri tercinta? Menabung? Agar anda dapat main futsal lebih lama? Karena anak perempuan anda tidak suka ayahnya merokok?

Saat racun rokok mulai mempengaruhi pikiran agar kembali menyentuh batang rokok, ingatlah semua alasan di atas, jika perlu, cetak dan perbanyaklah.

4. Berteman dengan mantan perokok
Perbanyaklah berbicara dengan teman anda, yang mantan perokok. Anda akan mendapatkan kesempatan untuk memperbarui semangat, karena di depan anda ada bukti hidup, bahwa berhenti merokok adalah hal yang sangat mungkin dilakukan. Dan anda pun dapat meminta tips-tips kecil dan meminta dia untuk berbagi pengalaman, atau bahkan bantuan darurat saat anda kembali ingin merokok.

5. Tak Satu Batang Pun!
Satu batang akan menentukan semuanya. Jangan percaya semua rayuan gombal yang berputar di otak kita saat racun rokok mengatakan bahwa satu batang tidak akan merusak semuanya. Kenyataannya adalah satu batang akan menuntun kita pada batang dan bungkus berikutnya!

6. Beri hadiah untuk diri sendiri
Berhenti merokok adalah salah satu pencapaian besar dalam hidup saya. Sebagaimana pencapaian-pencapaian lain, berilah trigger(pemicu) dan pelecut tambahan berupa hadiah untuk diri sendiri saat anda berhasil mencapainya. Saat itu, saya memberi hadiah kepada diri saya sendiri berupa makanan (yang menurut saya) lezat dan lumayan mahal, plus sebuah sepatu lari 🙂

7. TUNDA
Akan ada saat dimana anda berada di garis tipis antara menjadi mantan perokok, dan tetap menjadi perokok. Saat dimana keinginan untuk merokok (kembali) terasa sangat membuncah di kepala. Saat anda mungkin sudah mulai akan beranjak pergi ke warung untuk membeli sebatang racun. TUNDALAH! Tunda hal tersebut sebisa mungkin dengan berdiam diri selama kurang lebih 1 menit saja, tarik nafas dalam-dalam, ingat kembali semua mantra dan motivasi anda untuk berhenti merokok. Ingatlah wajah-wajah teman dan keluarga, istri dan anak tercinta, yang akan sangat berbagia saat anda berhasil melepaskan jeratan rokok. Anda dapat melewatinya! 🙂

Kapanpun hal ini terjadi lagi, TUNDA!..Tunda dan teruslah menundanya, sehingga suatu saat anda akan memiliki kendali penuh untuk berkata tidak, bahkan suatu saat anda akan lupa mengapa anda dulu sempat menjadi perokok. Keren kan? 😀

8. Ganti dengan benda/hal positif lain
Ya, saya juga dulu (kadang) menjadikan rokok sebagai pelarian saat mengalami stres. Dan anda harus menyiapkan rencana penggantinya. Minumlah teh, makanlah permen atau buah, atau tariklah nafas dengan dalam saat mengalami stres. Temukanlah hal positif yang dapat menggantikan kebiasaan buruk itu. Gantilah kebiasaan merokok di pagi hari dengan jalan santai, atau dengan membaca buku. Atau mendengarkan ceramah bagi anda yang beragama Islam.

9. Jika gagal, segera bangun, pelajari kesalahan anda sebelumnya
Tidak ada yang salah dengan kegagalan, selama kita mampu mengevaluasi, mengambil pelajaran, dan segera bangkit kembali. Saya pun tidak mencoba sekali dan langsung berhasil. Dari kegagalan tersebut, kita akan dapat mengidentifikasi penyebabnya. Rencanakan strategi berikutnya agar anda dapat melalui penyebab kegagalan tersebut dan tidak jatuh di lubang yang sama. Setelah itu, segera mulai berjuang kembali! Dengan semangat yang makin meningkat, dengan kepala yang tegak 🙂

10. Berpikir positif
Saya dan ribuan orang lainnya sudah berhasil melakukannya. Kami tidak berbeda dengan anda. Jadi, anda pun dapat melakukan hal yang serupa! Berpikirlah positif, bahwa anda akan mampu melewati masa-masa ini.

Demikian sedikit pengalaman dan tips yang bisa saya bagi. Tidak ada yang tahu jatah usia kita, tetapi kita diberikan kecerdasan dan pengetahuan. Saya pun mengerti, bahwa ada beberapa orang perokok yang dianugerahi usia yang panjang. Tapi bukan itu poinnya. Poinnya adalah kita ingin kehidupan yang lebih sehat, lebih baik dari sebelumnya. Dan di dalam hati kecil kita yang paling dalam, kita tahu bahwa rokok itu tidak baik untuk kesehatan. Mohon maaf apabila ada yang kurang berkenan 🙂

Open cmd with administrator priviledge, than execute below command.

Configure SSID and KEY with your own preferred value, SSID is the wifi name, KEY is the password.

======================================================

Microsoft Windows [Version 6.1.7601]
Copyright (c) 2009 Microsoft Corporation. All rights reserved.

C:\Windows\system32>netsh wlan set hostednetwork mode=allow ssid=sameabcd key=12345678
The hosted network mode has been set to allow.
The SSID of the hosted network has been successfully changed.
The user key passphrase of the hosted network has been successfully changed.

//To Start

C:\Windows\system32>netsh wlan start hostednetwork
The hosted network started.

//To Stop

C:\Windows\system32>netsh wlan stop hostednetwork

 

Celana Dalam

Posted: August 28, 2014 in Suka-suka

My man, kebahagiaan itu persis seperti celana dalam. Serius? Saya tidak sedang bergurau.

Coba lihat di sekitar kalian, apakah ada orang2 yang memperlihatkan celana dalamnya? Dia boleh saja bilang bangga celana dalamnya itu terbuat dari permata, dibeli di Paris, tapi apa pernah dia di tengah orang banyak, melorotkan celana luar, kemudian memperlihatkan celana dalam permatanya? Tidak akan.

Serupa kisahnya. Kitalah yang tahu persis apakah hati kita ini bahagia atau tidak. Mau kita pamer sedang berfoto jepret, jepret di Italia, kita perlihatkan ke seluruh dunia, mau kita pamer punya pekerjaan mantabbb, gaji tinggiii, pasangan cantik/tampan, semua terlihat keren dan kinclong, tapi apakah kita sesungguhnya bahagia atau tidak, ya kita sendiri. Sama persis seperti kita sendiri yang sejatinya tahu memakai celana dalam warna merah atau putih, apakah kita nyaman memakainya, tidak gerah, tidak kejepit, tidak mengganggu gerakan, jelas kita sendiri yang tahu.

My man, maka urusan ini jadi sederhana sekali. Kebahagiaan itu ada di hati kita. Maka, meskipun celana dalam kita seharga 3 buah 10ribu rupiah, kitalah yang tahu nyaman atau tidak memakainya. Sebodo amat dengan orang lain. Mau celana dalam kita itu hanya beli di kulakan murah, kitalah yang tahu nyaman atau tidak
mengenakannya. Tidak penting penilaian para pengamat celana dalam. Jangan terpesona melihat orang2 yang sibuk pamer, pastikan saja kita tidak ikut rusuh untuk ikut pamer, “Eh Jeng, celana dalamku itu ada totol-totol macannya loh.” Tidak perlu dan sama sekali tidak penting.

Bersyukurlah dengan celana dalam, eh, kehidupan yang kita miliki. Cukuplah superman saja yang pamer2 celana dalam. Dan bisa dimaklumi, karena beliau ini jelas bukan manusia. Dia mahkluk dari planet Crypton–yg di edisi baru malah sudah nggak pamer CD lagi.

*Tere Liye, repost