Welcome!

Posted: October 6, 2011 in Uncategorized

Assalamu’alaykum wr wb,

Semoga ada manfaat dari blog saya ini.
Terima kasih sudah berkunjung.

Wassalamu’alaykum wr wb

Ada yang bilang, masa kini lah yang paling penting. Karena masa lalu hanyalah kenangan. Masa depan masih sebuah angan dan bayangan.

Bagi saya, ketiganya penting. Masa lalu adalah bekal dan pelajaran. Masa kini adalah medan perjuangan. Masa depan adalah tujuan dan panduan.

Quote  —  Posted: August 12, 2015 in Suka-suka

Semakin banyak bicara

Posted: July 1, 2015 in Suka-suka

Semakin banyak bicara
semakin terlihat tidak tau
semakin terlihat sok tau
semakin terlihat pura-pura tau

Sebaiknya anda tau..

Library versi terbaru di maven repo masih ada bug. Sebaiknya ambil dari versi sebelumnya langsung dari instalasi PDI. Saya sudah coba pakai versi 5.0.1

Library yang dibutuhkan:
kettle5-log4j-plugin-5.0.1-stable.jar
kettle-core-5.0.1-stable.jar
kettle-dbdialog-5.0.1-stable.jar
kettle-engine-5.0.1-stable.jar
kettle-jdbc-5.0.1-stable.jar
kettle-ui-swt-5.0.1-stable.jar

================================================
private void executeTransformation() throws KettleException{
/**
* Initialize the Kettle Enviornment
*/
KettleEnvironment.init();

/**
* Create a trans object to properly assign the ktr metadata.
*
* @filedb: The ktr file path to be executed.
*
*/
String file = “resources/fee.ktr”;
TransMeta metadata = new TransMeta(file);
Trans trans = new Trans(metadata);

// Execute the transformation
trans.execute(null);
trans.waitUntilFinished();

// checking for errors
if (trans.getErrors() > 0) {
System.out.println(“Error Executing Transformation”);
}
}

private void executeJob(){
String file=”resources/backup-excel.kjb”; //Job file path that needs to be executed
Repository repository=null; //Checking for repository

try {
KettleEnvironment.init();

JobMeta jobmeta=new JobMeta(file,repository);
Job job=new Job(repository, jobmeta);

job.start();
job.waitUntilFinished();

if(job.getErrors()>0){
System.out.println(“Error Executing Job”);
}

} catch (KettleException e) {
// TODO Auto-generated catch block
e.printStackTrace();
}
}

Fokus pada “menu” hari ini

Posted: December 10, 2014 in Suka-suka

Seringkali (terutama di awal hari atau minggu) saya merasa banyak hal yang harus dikerjakan untuk hari ini, besok, lusa, sepanjang minggu ini, dan seterusnya. Seakan tidak ada ruang untuk bernafas, melakukan aktivitas lain (terutama hobi). Perasaan ini akan menghantui sepanjang hari sehingga alih-alih mengerjakan pekerjaan hari ini dengan benar dan cepat, saya justru sering hanya termenung atau menjelajah internet dengan tanpa tujuan. Dan hasilnya bisa ditebak, di akhir hari tidak ada (atau sedikit) pekerjaan yang saya selesaikan.

Apa yang harus saya lakukan??

Ternyata mudah, salah satu tips untuk mengatasi hal ini adalah dengan fokus pada “menu” hari ini saja. Jangan hiraukan pekerjaan di keesokan hari. Esok hari akan datang dengan sendirinya. Dan insyaAllah kita akan dapat melaluinya, sebagaimana hari-hari sebelumnya. Perasaan ini dapat membuat hari kita menjadi lebih menyenangkan. Dapat membuat kita lebih menikmati pekerjaan hari ini. Dan biasanya berujung dengan hasil kerja yang lebih memuaskan di akhir hari.

Tapi bukankah kita harus merencanakan pekerjaan kita ke depan? Benar, tetap lakukan hal tersebut. Rencanakan pekerjaan anda sebagaimana apa yang sering anda lakukan. Tapi ketika daftar pekerjaan itu sudah ada, tariklah nafas sejenak dan lupakan pekerjaan anda untuk esok dan seterusnya. Fokus saja dengan apa yang sudah anda rencanakan untuk hari ini.

Demikian, sedikit catatan dari saya yang masih belajar menjalani hidup. Semoga hari ini menyenangkan dan penuh berkah untuk kita semua, aamiin.

http://forums.linuxmint.com/viewtopic.php?f=49&t=156620

Setelah membaca forum di atas, device android saya bisa langsung terdeteksi setelah melakukan langkah berikut ini:

  1. Install packages libmtp-runtime libmtp-common mtpfs
    sudo apt-get install libmtp-runtime libmtp-common mtpfs
  2. Plug Android via USB-cable to the computer

Environment:

  1. OS notebook Linux Mint 17 Cinnamon 64-bit
  2. OS ponsel Android 4.1.2
  3. Tipe ponsel Andromax U

Resensi Novel Rindu – Tere Liye

Hal pertama yang ingin saya sampaikan tentang novel ini adalah, saya terkecoh! Meski sejak awal tahu bahwa karya Tere Liye yang diterbitkan oleh Republika di bulan Oktober 2014 adalah novel dengan genre religi, saya tetap tidak menyangka bahwa kata “Rindu” yang menjadi judul kali ini adalah Rindu yang satu itu.

Seperti novel-novel sebelumnya, Tere Liye mampu menyajikan cerita secara gamblang dan detil. Dengan sudut pandang dan pemilihan kalimat yang unik, yang jarang ter-ekspose dan terpikirkan oleh kebanyakan orang (termasuk saya pastinya).

Novel dengan tebal 544 halaman ini mengambil setting jaman penjajahan Belanda, tepatnya pada tahun 1938. Cerita bermula dari pelabuhan di kota Makassar, dimana akhirnya sebuah kapal uap besar yang sudah ditunggu bertahun-tahun akhirnya merapat disana. Kapal inilah yang akan menjadi saksi bisu semua perjalanan dan perjuangan penumpangnya selama 9 bulan ke depan, menuju tempat yang di-Rindu kan. Jika saat ini pesawat udara menjadi pilihan transportasi utama untuk perjalanan lintas pulau dan negara, maka kapal (uap) adalah satu-satunya pilihan realistis di jaman itu. Tentu dengan waktu tempuh yang berselisih cukup jauh.

Gurutta, Keluarga Daeng Andipati, dan Ambo Uleng adalah beberapa tokoh yang dominan diceritakan. Hampir serupa dengan tokoh Pak Tua di novel “Aku, Kau, dan Sepucuk Angpau Merah”, Gurutta dicirikan sebagai seorang yang sangat bijaksana. Tiap tutur katanya penuh nilai dan guna, bukan perkataan yang sia-sia. Daeng Andipati adalah seorang saudagar, yang membawa seluruh keluarga (istri dan dua anak perempuan) serta pembantunya dalam perjalanan ini. Anna dan Elsa, nama kedua anak perempuan tersebut. Sedang Ambo Uleng tokoh sentral terakhir, adalah seorang kelasi berdarah Bugis.

Ketika Anna mengalami kejadian yang mengerikan di Pasar Turi Surabaya, (sayangnya) saya dapat menebak alur cerita selanjutnya tentang keterlibatan Ambo Uleng. Entah karena saya mulai mengenal alur tulisan dari Tere Liye atau karena penulis sengaja memberi bocoran.

Karena latar cerita kebanyakan di kapal, ada beberapa kalimat yang agak membosankan karena diulang berkali-kali. Seperti tentang Kapten kapal yang selalu gagah di samping kemudi saat akan memulai perjalanan dari suatu kota. Kondisi kantin, masjid, lorong, dan bagian kapal lain yang tentu saja tidak mengalami perubahan sepanjang perjalanan.

Novel ini dibagi ke dalam lima puluh satu bagian. Saya pastikan, akan selalu ada pengetahuan baru yang dapat kita petik dari tiap bab yang sudah terbaca. Ketika kapal uap singgah di beberapa kota dalam perjalanan menuju tempat yang di-Rindu kan, penulis piawai menyelipkan pengetahuan sejarah kota tersebut. Tentang makanan, kejadian dan tempat unik disana.

Secara keseluruhan, novel ini sangat layak untuk dibaca. Cerita roman percintaan, perjuangan, keluarga, dan religi. Semua tercampur tapi tidak saling mengacaukan satu sama lain. Melainkan jadi satu kesatuan yang membuat buku ini semakin kaya rasa. Tiap tokoh mempunyai keunikan dan misteri terpendam. Yang pada akhirnya terurai dengan sendirinya, seiring dengan perjalanan kapal. Akhir kata, selamat berburu Rindu di toko-toko buku terdekat😉

1. Berkomitmen sepenuhnya
Tidak ada keberhasilan tanpa komitmen, dan berhenti merokok adalah salah satu hal yang harus dilakukan dengan komitmen penuh, tidak dengan setengah hati. Untuk menjadi seorang ex-smoker, saya sudah melalui beberapa fase kegagalan, dan salah satu penyebabnya adalah kurangnya komitmen untuk berhenti. Tunjukkanlah komitmen anda untuk berhenti merokok dengan memposting di sosial media, memberitahukan teman-teman dan keluarga terdekat. Bahkan jangan segan memberitahukan hal tersebut kepada rekan se-perokok-an anda😀

Jadikan hal-hal tersebut agar semangat dan komitmen anda menjadi 1000%. Tidak ada jalan untuk kembali menjadi perokok. Saatnya berjuang untuk kesehatan diri yang lebih baik.

2. Buatlah rencana
Berhenti merokok tidak dapat dilakukan secara instan, dengan tanpa persiapan. Setidaknya, hindari pertemuan kelompok teman sesama perokok selama anda dalam tahap ini, belilah cemilan pengganti, seringlah berkomunikasi dengan teman yang sudah berhasil menjadi mantan perokok, pasang dan cetaklah kalimat motivasi berhenti merokok di setiap tempat (wallpaper hp, laptop, kamar, kamar mandi, dll). Sediakan cukup “peralatan dan strategi perang”, karena memang hal ini tidak mudah, tapi bukan mustahil.

3. Ketahui motivasi anda
Ketahui motivasi-motivasi terbesar anda untuk berhenti merokok. Untuk kesehatan? Untuk menjadi seorang kepala keluarga yang lebih sehat dari sebelumnya? Menjadi hadiah ultah untuk istri tercinta? Menabung? Agar anda dapat main futsal lebih lama? Karena anak perempuan anda tidak suka ayahnya merokok?

Saat racun rokok mulai mempengaruhi pikiran agar kembali menyentuh batang rokok, ingatlah semua alasan di atas, jika perlu, cetak dan perbanyaklah.

4. Berteman dengan mantan perokok
Perbanyaklah berbicara dengan teman anda, yang mantan perokok. Anda akan mendapatkan kesempatan untuk memperbarui semangat, karena di depan anda ada bukti hidup, bahwa berhenti merokok adalah hal yang sangat mungkin dilakukan. Dan anda pun dapat meminta tips-tips kecil dan meminta dia untuk berbagi pengalaman, atau bahkan bantuan darurat saat anda kembali ingin merokok.

5. Tak Satu Batang Pun!
Satu batang akan menentukan semuanya. Jangan percaya semua rayuan gombal yang berputar di otak kita saat racun rokok mengatakan bahwa satu batang tidak akan merusak semuanya. Kenyataannya adalah satu batang akan menuntun kita pada batang dan bungkus berikutnya!

6. Beri hadiah untuk diri sendiri
Berhenti merokok adalah salah satu pencapaian besar dalam hidup saya. Sebagaimana pencapaian-pencapaian lain, berilah trigger(pemicu) dan pelecut tambahan berupa hadiah untuk diri sendiri saat anda berhasil mencapainya. Saat itu, saya memberi hadiah kepada diri saya sendiri berupa makanan (yang menurut saya) lezat dan lumayan mahal, plus sebuah sepatu lari🙂

7. TUNDA
Akan ada saat dimana anda berada di garis tipis antara menjadi mantan perokok, dan tetap menjadi perokok. Saat dimana keinginan untuk merokok (kembali) terasa sangat membuncah di kepala. Saat anda mungkin sudah mulai akan beranjak pergi ke warung untuk membeli sebatang racun. TUNDALAH! Tunda hal tersebut sebisa mungkin dengan berdiam diri selama kurang lebih 1 menit saja, tarik nafas dalam-dalam, ingat kembali semua mantra dan motivasi anda untuk berhenti merokok. Ingatlah wajah-wajah teman dan keluarga, istri dan anak tercinta, yang akan sangat berbagia saat anda berhasil melepaskan jeratan rokok. Anda dapat melewatinya!🙂

Kapanpun hal ini terjadi lagi, TUNDA!..Tunda dan teruslah menundanya, sehingga suatu saat anda akan memiliki kendali penuh untuk berkata tidak, bahkan suatu saat anda akan lupa mengapa anda dulu sempat menjadi perokok. Keren kan?😀

8. Ganti dengan benda/hal positif lain
Ya, saya juga dulu (kadang) menjadikan rokok sebagai pelarian saat mengalami stres. Dan anda harus menyiapkan rencana penggantinya. Minumlah teh, makanlah permen atau buah, atau tariklah nafas dengan dalam saat mengalami stres. Temukanlah hal positif yang dapat menggantikan kebiasaan buruk itu. Gantilah kebiasaan merokok di pagi hari dengan jalan santai, atau dengan membaca buku. Atau mendengarkan ceramah bagi anda yang beragama Islam.

9. Jika gagal, segera bangun, pelajari kesalahan anda sebelumnya
Tidak ada yang salah dengan kegagalan, selama kita mampu mengevaluasi, mengambil pelajaran, dan segera bangkit kembali. Saya pun tidak mencoba sekali dan langsung berhasil. Dari kegagalan tersebut, kita akan dapat mengidentifikasi penyebabnya. Rencanakan strategi berikutnya agar anda dapat melalui penyebab kegagalan tersebut dan tidak jatuh di lubang yang sama. Setelah itu, segera mulai berjuang kembali! Dengan semangat yang makin meningkat, dengan kepala yang tegak🙂

10. Berpikir positif
Saya dan ribuan orang lainnya sudah berhasil melakukannya. Kami tidak berbeda dengan anda. Jadi, anda pun dapat melakukan hal yang serupa! Berpikirlah positif, bahwa anda akan mampu melewati masa-masa ini.

Demikian sedikit pengalaman dan tips yang bisa saya bagi. Tidak ada yang tahu jatah usia kita, tetapi kita diberikan kecerdasan dan pengetahuan. Saya pun mengerti, bahwa ada beberapa orang perokok yang dianugerahi usia yang panjang. Tapi bukan itu poinnya. Poinnya adalah kita ingin kehidupan yang lebih sehat, lebih baik dari sebelumnya. Dan di dalam hati kecil kita yang paling dalam, kita tahu bahwa rokok itu tidak baik untuk kesehatan. Mohon maaf apabila ada yang kurang berkenan🙂

Open cmd with administrator priviledge, than execute below command.

Configure SSID and KEY with your own preferred value, SSID is the wifi name, KEY is the password.

======================================================

Microsoft Windows [Version 6.1.7601]
Copyright (c) 2009 Microsoft Corporation. All rights reserved.

C:\Windows\system32>netsh wlan set hostednetwork mode=allow ssid=sameabcd key=12345678
The hosted network mode has been set to allow.
The SSID of the hosted network has been successfully changed.
The user key passphrase of the hosted network has been successfully changed.

//To Start

C:\Windows\system32>netsh wlan start hostednetwork
The hosted network started.

//To Stop

C:\Windows\system32>netsh wlan stop hostednetwork

 

Celana Dalam

Posted: August 28, 2014 in Suka-suka

My man, kebahagiaan itu persis seperti celana dalam. Serius? Saya tidak sedang bergurau.

Coba lihat di sekitar kalian, apakah ada orang2 yang memperlihatkan celana dalamnya? Dia boleh saja bilang bangga celana dalamnya itu terbuat dari permata, dibeli di Paris, tapi apa pernah dia di tengah orang banyak, melorotkan celana luar, kemudian memperlihatkan celana dalam permatanya? Tidak akan.

Serupa kisahnya. Kitalah yang tahu persis apakah hati kita ini bahagia atau tidak. Mau kita pamer sedang berfoto jepret, jepret di Italia, kita perlihatkan ke seluruh dunia, mau kita pamer punya pekerjaan mantabbb, gaji tinggiii, pasangan cantik/tampan, semua terlihat keren dan kinclong, tapi apakah kita sesungguhnya bahagia atau tidak, ya kita sendiri. Sama persis seperti kita sendiri yang sejatinya tahu memakai celana dalam warna merah atau putih, apakah kita nyaman memakainya, tidak gerah, tidak kejepit, tidak mengganggu gerakan, jelas kita sendiri yang tahu.

My man, maka urusan ini jadi sederhana sekali. Kebahagiaan itu ada di hati kita. Maka, meskipun celana dalam kita seharga 3 buah 10ribu rupiah, kitalah yang tahu nyaman atau tidak memakainya. Sebodo amat dengan orang lain. Mau celana dalam kita itu hanya beli di kulakan murah, kitalah yang tahu nyaman atau tidak
mengenakannya. Tidak penting penilaian para pengamat celana dalam. Jangan terpesona melihat orang2 yang sibuk pamer, pastikan saja kita tidak ikut rusuh untuk ikut pamer, “Eh Jeng, celana dalamku itu ada totol-totol macannya loh.” Tidak perlu dan sama sekali tidak penting.

Bersyukurlah dengan celana dalam, eh, kehidupan yang kita miliki. Cukuplah superman saja yang pamer2 celana dalam. Dan bisa dimaklumi, karena beliau ini jelas bukan manusia. Dia mahkluk dari planet Crypton–yg di edisi baru malah sudah nggak pamer CD lagi.

*Tere Liye, repost

Toko Suami

Posted: August 21, 2014 in Suka-suka

Cerita metafor di bawah ini saya dapatkan dari Pak Suheimi di sebuah milis yang saya ikuti. Isinya cukup menarik dan mudah-mudahan dapat memberi pelajaran buat hidup kita.

~~~~~~~~~~~~~~~

Sebuah toko yang menjual suami baru saja dibuka di sebuah pusat kota dimana wanita dapat memilih suami…

Diantara instruksi-instruksi yang ada di pintu masuk terdapat instruksi yang menunjukkan bagaimana aturan main untuk masuk toko tersebut:

Kamu hanya dapat mengunjungi toko ini SATU KALI

Toko ini terdiri dari 6 lantai dimana setiap lantai akan menunjukkan sebuah calon kelompok suami. Semakin tinggi lantainya semakin tinggi pula nilai pria di dalamnya. Bagaimanapun ini adalah semacam jebakan. Anda dapat memilih pria di lantai tertentu atau lebih memilih ke lantai berikutnya tetapi dengan syarat tidak boleh turun ke lantai sebelumnya kecuali untuk keluar dari toko.

Tertarik dengan promo itu seorang wanita pun pergi ke toko “suami” tersebut untuk mencari suami…

Di lantai 1 terdapat tulisan seperti ini :
Lantai 1: Pria di lantai ini memiliki pekerjaan dan taat kepada Tuhan.

Wanita itu tersenyum kemudian dia naik ke lantai selanjutnya.

Di lantai 2 terdapat tulisan seperti ini :
Lantai 2: Pria di lantai ini memiliki pekerjaan, taat pada Tuhan, dan sayang kepada anak kecil.

Kembali wanita itu naik ke lantai selanjutnya.

Di lantai 3 terdapat tulisan seperti ini:
Lantai 3 : Pria di lantai ini memiliki pekerjaan, taat pada Tuhan, sayang kepada anak kecil, dan tampan.

” Wow.. keren”, pikir wanita itu penuh kekaguman.

Tetapi ia masih penasaran dan ingin terus naik ke lantai berikutnya.

Lalu sampailah wanita itu di lantai 4 dan terdapat tulisan
Lantai 4 : Pria di lantai ini memiliki pekerjaan, taat pada Tuhan, sayang kepada anak kecil, tampan, dan suka membantu pekerjaan rumah.

”Ya ampun… Aku hampir tak percaya”, serunya dengan mata berbinar-binar.

Tetapi tetap saja dia melanjutkan ke lantai 5 dan terdapat tulisan seperti ini:

Lantai 5: Pria di lantai ini memiliki pekerjaan, taat pada Tuhan, sayang kepada anak kecil, tampan, suka membantu pekerjaan rumah dan romantis.

Dia tergoda untuk berhenti tapi kemudian dia melangkah kembali ke lantai 6 dan terdapat tulisan seperti ini:

Lantai 6 : Anda adalah pengunjung yang ke 4.363.012. Tidak ada pria di lantai ini. Lantai ini hanya semata-mata bukti untuk wanita yang tidak pernah puas.

Terima kasih telah berbelanja di toko “Suami”. Hati-hati ketika keluar toko dan semoga hari yang indah buat anda.

~~~~~~~~~~~~~~
Moral dari cerita ini:
Cerita di atas memang tentang seorang wanita, tetapi itu hanya sebuah metafora saja, bukan? Siapapun dapat mengalami kasus yang serupa, tidak melulu soal mencari pasangan hidup. Begitulah, kebanyakan manusia dalam hidup ini tidak pernah merasa puas, selalu ingin lebih, ingin lebih, sampai akhirnya tiba pada suatu masa dimana dia akhirnya tidak mendapatkan apa-apa.

Originally posted on Blog Rinaldi Munir